top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Migas Riwayatmu Dulu dan Kini

Dari dulu hingga kini persoalannya tetap berpusar pada pertanyaan yang sama: kekayaan alam Indonesia untuk siapa?

Oleh :
Historia
12 Jul 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Kapal keruk Billiton Maatschappij. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

  • 13 Jul 2025
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

PANGERAN Hendrik putar otak. Dia punya rencana agar usaha yang didirikan bersama koleganya, sesama kaum aristokrat Belanda, dapat izin mengelola tambang di Belitung, Sumatera. Padahal pada 1852, pemerintah kolonial di Hindia Belanda tak mengizinkan kegiatan ekskploitasi tambang di luar Pulau Jawa. Tapi Hendrik tak kehabisan akal. Dia gencar melobi abangnya, Raja Willem III, untuk memberikan izin mengelola tambang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Nasib Pahit Kapal Perang Gegara Toilet

Nasib Pahit Kapal Perang Gegara Toilet

Alami malfungsi binatu dan toilet, kapal induk AS ditarik mundur usai operasi menyerang Iran. Kisah lebih getir pada Perang Dunia II dialami U-Boat Jerman.
Invasi Kelinci

Invasi Kelinci

Bagaimana mungkin makhluk yang tampak rapuh dan menggemaskan itu bisa menjadi ancaman nasional yang membikin pemerintah kalang kabut?
Aksi Heroik Niek De Koning, Kawan Pendiri Kopassus

Aksi Heroik Niek De Koning, Kawan Pendiri Kopassus

Perang memaksa Niek de Koning masuk tentara di usia tak muda. Mantan guru ini justru bersinar di palagan Burma bersama pasukan komando Belanda.
Catatan Snouck Hurgronje Tentang Kebiasaan Umat Islam di Hindia Belanda

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Kebiasaan Umat Islam di Hindia Belanda

Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
Tiga Prasasti Tarumanagara (Bagian I)

Tiga Prasasti Tarumanagara (Bagian I)

Selain epigraf-epigraf dalam tujuh prasasti, sumber-sumber sejarah Tarumanagara juga berasal dari arca dan percandian di dua situs arkeologis.
bottom of page