top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot tak sekadar ikon perfilman yang dijuluki “Marylin Monroe-nya Prancis”. Ia juga “lokomotif sejarah perempuan”.

Oleh :
Historia
30 Des 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Brigitte Anne-Marie Bardot yang jadi ikon legenda "French New Wave" (Academy of Motion Picture Arts and Sciences/AMPAS)

JIKA di industri film Hollywood ada Marylin Monroe –Norma Jeane Mortenson– yang jadi ikon sex symbol dunia, perfilman Prancis punya Brigitte Bardot. Keduanya sama-sama kondang pada era yang sama: 1950-an dan 1960-an. Bedanya, Monroe mati muda di usia 36 tahun pada 1962, sedangkan Bardot wafat di usia senja pada usia 91 tahun tak lama setelah Hari Natal, Minggu (28/12/2025).


Bardot, ikon perfilman dan penyanyi itu, menghembuskan nafas terakhir di kediamannya, La Mandrague di Saint-Tropez, Prancis di pangkuan suami keempatnya, Bernard d’Ormale. Terlepas dari kontroversi haluan politiknya di barisan sayap kanan yang anti-imigran, pemilik nama lengkap Brigitte Anne-Marie Bardot itu tetap dihormati, bahkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebutnya sebagai legenda.


“Film-filmnya, suaranya. Ketenarannya yang gemilang, kepedihan-kepedihannya, perhatiannya kepada aktivisme hewan, wajahnya yang menjadi (simbol Republik Prancis) Marianne – Brigitte Bardot menginspirasi kehidupan dan kebebasan. Ikon eksistensi Prancis, sinarnya yang universal. Ia menyentuh hati kita. Kita berduka untuk seorang legenda abad ini,” ungkap Macron di akun X-nya, @EmmanuelMacron, Minggu (28/12/2025).


Perempuan yang kemudian dikenal dengan inisial BB itu dilahirkan di Paris, 28 September 1934 sebagai anak sulung dari dua bersaudara anak pasangan Insinyur Louis Bardot dan Anne-Marie Mucel. Mereka tumbuh di tengah keluarga Katolik konservatif. Meski tumbuh dengan kekurangan fisik berupa ambliopia di mata kirinya, Bardot kecil sudah masuk dunia seni sebagai balerina ketika Jerman menduduki Prancis semasa Perang Dunia II (1939-1945).


Dari panggung balet, di usia 15 tahun Bardot mulai beralih jadi model fesyen bersama majalah Elle dan Les Jardin des Modes, lalu dunia film meski kedua orangtuanya sempat melarangnya. Bardot meniti karier di perfilman sebelum perfilman Prancis dilanda booming “French New Wave”.


“Di masa itu Bardot sudah jadi semacam ujung tombak pemberontakan global terhadap kemunafikan global di antara segmen besar para aktris muda. New Wave sendiri baru dimulai pada 1959 namun film-film Bardot sebelumnya juga sudah memberikan dampak lansung terhadap sinema dan kehidupan nyata. Bardot seolah jadi model yang ideal terkait perempuan dengan pemikiran independen,” ungkap Richard Neupert dalam A History of the French New Wave Cinema.


Bardot memulai debutnya sebagai figuran lewat film Le Trou Normand (1952). Di film keduanya yang rilis di tahun yang sama, Manina, la fille sans voiles (Manina, the Girl in the Bikini), ia sudah jadi pemeran utama. Film tersebut kemudian jadi kontroversial karena saat itu bikini yang mulai populer masih dianggap vulgar dan tabu. Pun ia kembali tampil berani dengan bikininya di film Et Dieu...créa la femme (And God Created Woman, 1956)


Sejak 1952 hingga mundur dari industri perfilman di tahun 1973, total Bardot membintangi 48 film. Salah satu yang paling kondang adalah penampilannya di film Viva Maria! (1965). Di film komedi itu ia beradu akting dengan aktris legendaris Jeanne Moreau. Di film ini, Bardot mendapatkan nominasi aktris asing terbaik di BAFTA Awards 1967. Bardot pensiun dari dunia akting di usia yang relatif muda: 39 tahun. Ia juga mundur dari dunia model setahun setelahnya setelah menjalani sesi foto telanjang pamungkasnya bersama majalah Playboy sekaligus memperingati ulang tahun ke-40.


“Pada 28 September nanti saya akan berusia 38 tahun (39, red.). Jadi saya masih punya dua tahun lagi untuk mempersiapkan kehidupan saya yang lain. Saya sudah menemukan kedamaian dalam alam, di antara binatang-binatang. Saya menyenangi kehidupan para petani dan peternak. Mereka menyenangkan dan tidak munafik,” kata Bardot kepada harian L’Express, dikutip suratkabar Chicago Tribune, 4 Maret 1973.


Brigitte Bardot meninggalkan dunia hiburan untuk terjun ke aktivisme lingkungan dan binatang (fondationbrigittebardot.fr)
Brigitte Bardot meninggalkan dunia hiburan untuk terjun ke aktivisme lingkungan dan binatang (fondationbrigittebardot.fr)

Ikon Fesyen hingga Politik Kanan

Bardot memilih menyingkir dari dunia hiburan sebelum berusia 40 tahun. Sudah terlalu banyak kontroversi dan dampak yang ia rasakan. Maka, ia kemudian memilih jadi aktivis pecinta binatang. Pada 1977, dirinya bersama aktivis lingkungan Paul Watson mendirikan yayasan Sea Shepherd Conservation Society.


Padahal selain jadi bintang di industri film, Bardot juga jadi ikon fesyen yang banyak ditiru para selebritis setelahnya. Selain ikut mempopulerkan bikini, Bardot dikenal mengglobalkan gaya rambut choucroute dan fesyen gingham dengan motif klasik kotak-kotak. Belum lagi gaun-gaun dengan garis leher khusus yang bahkan mengabadikan namanya, “Bardot Neckline”. Atau “Bardot’s Pose”, sebuah pose vulgar setengah telanjang dengan hanya mengenakan pantyhose dan menutupi buah dada dengan lutut yang juga diperkenalkan Bardot dan diikuti banyak selebriti di era modern dalam sejumlah pemotretan panas mereka, di antaranya Lindsay Lohan, Elle Macpherson, Gisele Bündchen, hingga Rihanna.


“Bardot juga menarik perhatian para intelektual Prancis. Ia pernah jadi subyek dalam esai (pakar filsafat) Simone de Beauvoir tahun 1959, ‘The Lolita Syndrome’, yang menyebutkan Bardot sebagai lokomotif sejarah perempuan dan eksistensinya menjadi simbol kebebasan perempuan Prancis yang bebas pasca-Perang Dunia II,” tulis Ian Hartley, Paul G. Roberts, dan Samantha Mayfair dalam Style Icons Vol. 3: Bombshell.


Namun, di balik ketenarannya sebagai bintang film di era keemasannya pada 1950-an dan 1960-an, ada banyak kepedihan yang ia rasakan. Di antaranya kontroversi perselingkuhan, perceraian, hingga percobaan bunuh diri.


Kontroversi pahit sudah mengikutinya bahkan pada awal 1958 sesudah putus dengan kekasih perselingkuhannya yang juga aktor Prancis, Jean-Louis Trintignant. Bardot dikabarkan depresi hingga mencoba bunuh diri.


“Trintignant sendiri masih berstatus suami aktris Stéphane Audran ketika berselingkuh dengan Bardot yang juga masih istri (suami pertama) Roger Vadim. Hubungan mereka (Bardot-Trintignant) juga rumit karena kemudian Trintignant sering meninggalkannya karena masuk militer. Kemudian Bardot main serong lagi dengan musisi Gilbret Bécaud. Pada akhirnya Bardot dan Trintignant putus dan ketika berlibur ke Italia justru depresi dan mencoba menenggak dua pil tidur meski kemudian dibantah manager humasnya,” sambungnya.


Sensasi serupa terbit lagi tak lama kemudian. Bermula dari Bardot yang membintangi film La Vérité (The Truth, 1960) garapan sutradara Henri-Georges Clouzot. Terlepas dari filmnya yang mendapat nominasi film asing terbaik di Academy Awards (Piala Oscar) 1961, Bardot justru bikin heboh dengan kisah asmara intim namun terlarang dengan lawan mainnya, Sami Frey. Padahal ketika itu status Bardot masih menikah dengan suami keduanya yang juga sineas Jacques Charrier.


“Keretakan mereka terprovokasi bukan hanya karena Clouzot yang enggan berkompromi terkait adegan-adegan seks yang diprotes Charrier tetapi juga perselingkuhan Bardot dengan lawan mainnya, Sami Frey,” ungkap Sean French dalam biografi Bardot.


Bardot ingin bunuh diri lagi karenanya. Terlebih setelah perselingkuhannya, ia tak diperkenankan merawat anaknya sendiri, Nicolas-Jacques Charrier.


“Ketika itu saya ingin membebaskan diri saya. Saya ingin bebas tapi tidak bisa, karena saya menjadi terpenjara oleh ketenaran nama saya dan sifat posesif Jacques, terpenjara oleh tubuh saya, wajah saya, anak saya,” sesal Bardot dalam memoarnya, Initiales B.B.


Setelah pensiun dan menepi dari dunia hiburan, Bardot memilih kehidupan sebagai aktivis pecinta binatang. Selain aktif di yayasan Sea Shepherd Conservation Society bersama Watson, Bardot mendirikan yayasannya sendiri, Brigitte Bardot Foundation pada 1986 dan menjadi vegetarian.


Pada 1994 ia memprotes Menteri Pertanian Jean Puech terkait meningkatnya konsumsi daging kuda. Lima tahun berselang ia menyurati Presiden China Jian Zemin untuk memprotes penyiksaan beruang dan penyembelihan harimau hingga badak untuk industri obat kuat afrodisiak. Pada 2010 ia juga pernah menyurati Ratu Denmark Margrethe II terkait perburuan lumba-lumba di Kepulauan Faroe.


Tidak hanya aktivisme lingkungan, kemudian Bardot juga kemudian ikut arus politik sayap kanan yang anti-imigran dan acap menyerang minoritas muslim di Prancis. Ia juga dikenal pendukung setia politikus sayap kanan Jean-Marie Le Pen.


Dalam bukunya yang diterbitkan pada 2003, Un cri dans le silence (A Cry in the Silence), Bardot menyuarakan nada sumbang tentang percampuran rasial, imigrasi, peran perempuan dan politik, serta Islam. Setahun setelah bukunya terbit, ia didakwa atas ujaran kebencian dan divonis denda 5 ribu euro.


“Itu keempat kalinya ia didakwa atas menciptakan ujaran kebencian yang sebagian besar ditujukan kepada kaum muslim yang ia sebut invasi asing di Prancis. Ia juga menyebut warga muslim di Pulau Réunion sebagai orang-orang tak beradab. Dalam buku terakhirnya yang terbit menjelang wafatnya, Mon Bbcédaire, Bardot menyatakan partainya Le Pen (Front National, kini Rassemblement National) adalah ‘satu-satunya solusi mendesak untuk penderitaan Prancis’, sebuah negara yang menurutnya ‘membosankan, menyedihkan, tertunduk, sedang sakit, hancur, poran-poranda, dan vulgar’,” tandas kolumnis Angelique Chrisafis di kolom The Guardian, Minggu (28/12/2025), “Brigitte Bardot’s image complicated by her controversial politics".



Advertisement

From Gas to Electricity

From Gas to Electricity

Nederlandsch-Indische Gasmaatschappij (NIGM) was a large Dutch company that gave birth to PLN and PGN. The merger of gas and electricity companies is attributable to Knottnerus' hard work during the Dutch East Indies era.
"Cari Adil, Dapat Bedil" dari Lurah Blasteran

"Cari Adil, Dapat Bedil" dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Minyak Venezuela Menggiurkan

Minyak Venezuela Menggiurkan

Dahulu kala masyarakat pribumi Venezuela sudah memanfaatkan minyak bumi. Berabad-abad kemudian jadi incaran bangsa Eropa.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Jago Perang Denmark Cucu Tuan Kebun Deli

Jago Perang Denmark Cucu Tuan Kebun Deli

Axel Lassen berbisnis tembakau di Deli, Sumatra Utara. Cucunya, Anders Lassen bersama pasukan Inggris melawan Jerman dalam Perang Dunia II.
bottom of page