top of page

Minyak Venezuela Menggiurkan

Dahulu kala masyarakat pribumi Venezuela sudah memanfaatkan minyak bumi. Berabad-abad kemudian jadi incaran bangsa Eropa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kilang Minyak Amuay milik PDVSA (Energy Analytics Institute)

6 Jan
6 menit membaca

Diperbarui: 18 Mar

PADA pesta malam tahun baru di kediamannya di Mar-a-Lago, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat mengutarakan resolusinya, “Damai. Damai di bumi.” Itu menjadi ironis karena tak sampai sepekan kemudian Trump menggerakkan militernya untuk melancarkan bombardir udara ke utara Venezuela, lalu menangkap Presiden Venezuela Nicolas Máduro di ibukota Caracas dan kemudian membawanya ke AS.


Operasi militer bersandi “Operasi Absolute Resolve” itu disetujui Presiden Trump pada Jumat (2/1/2026) malam. Serangan terkoordinasinya dijalani pada pukul 2 dini hari waktu setempat, Sabtu (3/1/2026). Selain melancarkan serangan udara, pasukan khusus AS menangkap Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Serangan itu disebut turut menewaskan 80 jiwa dari kalangan pejabat dan militer Venezuela dan Kuba.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page