top of page

Sumitro Djojohadikusumo Ingin BNI Jadi Bank Sentral

Sumitro Djojohadikusumo sebagai ketua komisi ekonomi dalam KMB ingin BNI menjadi bank sentral. Namun, De Javasche Bank yang ditetapkan sebagai bank sentral untuk melancarkan pembayaran utang Indonesia kepada Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sumitro Djojohadikusumo. (ANRI).

10 Jan
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Mar

SUMITRO Djojohadikusumo barangkali orang yang paling jengkel dengan hasil perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB) di bidang ekonomi. Sebagai pimpinan delegasi Indonesia untuk komisi ekonomi, Sumitro bisa dibilang kalah banyak dari delegasi Belanda. Selain harus membayar utang perang kepada Belanda, pihak Indonesia harus mengizinkan De Javasche Bank (DJB) beroperasi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. 


“Mengenai peran Bank Sentral, saya menginginkan agar BNI (Bank Negara Indonesia) menjadi Bank Sentral, itu adalah bank kita sendiri,” kenang Sumitro Djojohadikusumo dalam Pelaku Berkisah: Ekonomi Indonesia 1950-an sampai 1990-an suntingan Thee Kian Wie. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page