top of page

Sejarah Awal BNI

Modal awal BNI berasal dari iuran rakyat dalam Fonds Kemerdekaan Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rakyat Jakarta menukar uang Jepang dengan ORI (Oeang Republik Indonesia) di Bank Negara Indonesia (BNI) pada 29 Oktober 1946. (ANRI).

  • 19 Feb 2022
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 18 Apr

TAK lama setelah Indonesia merdeka, R.M. Margono Djojohadikusumo, pegawai Volkscredietwezen (perkreditan rakyat) dan jawatan koperasi sejak masa kolonial, memiliki gagasan mendirikan bank nasional yang akan melayani lalu lintas perdagangan. Sejak masa kolonial hingga saat itu bangsa Indonesia tidak memiliki bank nasional. Bank-bank yang ada, seperti bank perkreditan serta bank dagang dan sirkulasi, milik bangsa-bangsa asing, seperti De Javasche Bank.


Margono mengajukan gagasannya kepada kemenakannya, Ir. Surachman, wakil menteri keuangan. Namun, Surachman menanggapinya dengan mengatakan, “Mengapa anda mau bersusah-susah. Nanti kita ambil alih seluruh Javasche Bank lengkap dengan aparatnya yang berpengetahuan dan berpengalaman itu.”


Margono kemudian mendatangi Wakil Presiden Mohammad Hatta. Hatta menyambut baik gagasan tentang satu bank pusat itu. Keduanya bersama-sama menyusun Surat Kuasa kepada Margono untuk membentuk Bank Negara Indonesia. Surat Kuasa bertanggal 16 September 1945 ini ditandatangani oleh Sukarno dan Hatta dalam rapat kabinet pada 19 September 1945 jam empat sore.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Orang Indian menggunakan getah karet alami agar topi dan alas kaki tahan air. Charles Macintosh kemudian mematenkan penemuannya untuk pakaian tahan air.
Orang Indian menggunakan getah karet alami agar topi dan alas kaki tahan air. Charles Macintosh kemudian mematenkan penemuannya untuk pakaian tahan air.
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
transparant.png
bottom of page