HOTEL Lutetia pernah menjadi tempat berkumpul kalangan intelektual Jerman yang menentang pemerintahan fasis Adolf Hitler. Namun, di masa Perang Dunia II, hotel tersebut beralih fungsi sebagai markas Abwehr, dinas intelijen militer Jerman.
Diresmikan pada 28 Desember 1910, Hotel Lutetia menjadi salah satu penginapan paling modern di Prancis. Kamar-kamarnya dilengkapi fasilitas mutakhir, mulai dari pendingin udara, air panas, telepon untuk menghubungi resepsionis, hingga perabotan terkini dari Le Bon Marché, pusat perbelanjaan pertama di Paris yang inovatif. Dua bangunan ini berkaitan yang dibangun oleh keluarga Boucicaut.
Sejarawan Michael R. Marrus mencatat dalam “Lutétia: A Luxury Hotel in Paris Meets the Holocaust”, termuat di Beyond “Ordinary Men”, Hotel Lutetia dibangun untuk menampung para pembeli dan pemasok kaya dari luar kota yang hendak berbelanja di Le Bon Marché. Hotel itu tidak hanya dibangun dengan fasilitas mewah kelas atas, tetapi juga dirancang dengan gaya art deco yang memukau serta dihiasi karya-karya avant-garde dari seniman terkemuka Prancis.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















