- 6 Okt 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 13 jam yang lalu
ALUN-ALUN Utara Keraton Surakarta Hadiningrat penuh sesak. Beberapa pengunjung terpaksa berhenti dan memadati jalan-jalan di sekitarnya. PKI tengah menggelar kampanye pemilu. Acara kian meriah ketika trio gitaris Johny Trisno, Batara Lubis, dan Rachmad tampil di atas panggung. Ketiganya adalah aktivis Pelukis Rakyat dari Yogyakarta. Mereka memandu massa menyanyikan lagu “Ayo Nyoblos Palu Arit”: Fajar di timur, merah terang. Ayo nyoblos palu arit. Yooo... ayo nyoblos... Massa pun ikut bernyanyi sambil menirukan gerakan mencoblos.
Setelah rapat umum usai, kegembiraan terpancar di wajah M.H. Lukman, tokoh teras PKI yang masuk dalam daftar caleg Jawa Tengah nomor urut dua, di bawah D.N. Aidit. “Sis, sungguh hebat!” katanya. Dia mengatakan baru kali ini berpidato di depan massa sebanyak itu.
Siswoyo juga puas. Sebagai sekretaris CDB Jawa Tengah, Siswoyo mendampingi Aidit dan Lukman yang melakukan safari kampanye di Jawa Tengah. Di setiap kampanye, sejumlah seniman selalu terlibat. Dari pelukis hingga pematung. Dari pelawak hingga pesinden. Bukan hanya di Jawa Tengah, “seniman di daerah-daerah lain pun punya andil dalam kampanye untuk memenangkan PKI,” ujar Siswoyo dalam memoarnya, Siswoyo dalam Pusaran Arus Sejarah Kiri.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















