top of page

Razia Agustus

PKI dituduh melakukan pelemparan granat dan menyerang kantor polisi. Pemerintah pun melakukan penangkapan yang dikenal dengan Razia Agustus.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukiman Wirjosandjojo disumpah sebagai perdana menteri pada April 1951. (Repro 30 Tahun Indonesia Merdeka 1950-1964).

6 Okt 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 23 Mei

SUARA ketokan pintu terdengar. Sobron tak beranjak. Dia menunggu. Setelah suara ketokan dengan pola yang sama kembali terdengar, dia perlahan membuka pintu. Namun, begitu melihat sosok di depannya, dia terkesiap.


Lelaki itu mengenakan peci dan berkacamata. Dia membawa tongkat. Rambutnya penuh uban. Jalannya agak bungkuk. Setelah mengamati sejenak, Sobron akhirnya mengenali lelaki itu: Aidit, kakaknya. Mereka berpelukan. Di dalam kamar mereka mengobrol dengan suara pelan.


Sobron menyewa sebuah kamar kecil di Matraman Raya No. 25, Jakarta. Rencana Aidit untuk datang dan menginap sudah dibicarakan beberapa hari sebelumnya. Termasuk kode ketukan. “Pada masa itu, saya yang baru berumur beranjak 17 tahun, sedikit banyaknya terlibat pada adegan main kucing-kucingan ini,” tulis Sobron Aidit dalam “Corat-coret tentang Bang Amat dan Aku”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan AM. “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado tak hanya menjadikannya walikota perempuan pertama pasca-dibubarkannya RIS. Pemilihannya juga menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page