- 29 Sep 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 23 Mei
HARI itu, 19 Desember 1948, kota Yogyakarta dihujani bom. Belanda melancarkan agresi militer kedua. Kepanikan melanda para tahanan di penjara Wirogunan. Alimin, Abdoelmadjid, Tan Ling Djie, dan beberapa tahanan PKI lainnya memutuskan melarikan diri.
Pascaperistiwa Madiun, PKI adalah partai yang kalah, tersingkir dari kekuasaan. Pengurus partai terpencar-pencar, menghindari kejaran pemerintah. Setelah Musso dan Maruto Darusman dieksekusi mati, Tan Ling Djie sebagai orang ketiga dalam partai menjadi pimpinan CC sementara.
Menurut arsip Belanda yang dikutip Poeze dalam Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia, Tan Ling Djie mendirikan Pusat PKI Darurat di Kediri. Di dalamnya terdapat anggota Politbiro yang masih tersisa: Wikana, Soedisman, Abdoelmadjid, Djokosoejono, Tjokronegoro, dan Setiadjit. PKI kembali beraktivitas di bawah tanah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















