- 25 Sep 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 23 Mei
AGUSTUS 1948, Soeripno, dutabesar keliling RI untuk Eropa Timur, tiba di Yogyakarta. Dia dipanggil pulang ke Indonesia untuk menjelaskan perjanjian unilateral yang dibuatnya dengan Moskow. Ikut bersamanya seorang sekretaris bernama Soeparto, yang tak lain adalah Musso.
Musso pemuka lama PKI yang ikut menggerakkan pemberontakan tahun 1926 dan lama menetap di Moskow. Sebagai agen Komintern, Musso membawa mandat untuk menyelaraskan haluan kaum komunis di Indonesia sesuai garis Zhdanov yang tak lagi berkompromi terhadap kekuatan imperialisme Barat. Andrei Zhdanov adalah pemimpin Partai Komunis Uni Soviet (PKUS).
Namun, Musso menemukan kader-kader komunis terserak di beberapa partai kiri: Partai Buruh Indonesia (PBI), PKI legal, dan Partai Sosialis, yang tergabung dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR). Musso juga menyadari PKI yang dipimpin Sardjono tak memainkan peran menonjol. Maka, Musso mengadakan pertemuan dengan pemuka-pemuka PKI dan FDR.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















