Masa kepemimpinan Sudiro sebagai wali kota Jakarta disebut periode berbenah. Namun, dalam membenahi Jakarta, Sudiro kerap konflik kebijakan dengan pemerintah pusat.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Wawancara D.N. Aidit tentang PKI, agama, dan Pancasila. Arsip koleksi Komando Operasi Tertinggi (KOTI) ini tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
D.N. Aidit menjadi tumbal sejarah Peristiwa Gerakan 30 September 1965. Namanya tabu dibicarakan selama masa Orde Baru. Namun, dalam bahasa sastra, sosok Aidit hadir kembali dalam perspektif yang berbeda dari narasi sejarah resmi.
Ditolak di Belanda, D.N. Aidit dan Njoto diterima di Cekoslowakia dan Uni Soviet. Sewaktu di Moskow, kedua pemimpin muda PKI ini turut menyongsong jenazah Stalin.
Ketika pamor partai dan dirinya sedang naik, Aidit berusaha menutup rapat latar belakangnya. Enggan dikaitkan soal asal muasalnya dari keluarga Muslim yang taat.
Jasir Hadibroto memimpin pasukan sejak zaman revolusi kemerdekaan. Terlibat dalam penumpasan pemberontakan termasuk menangkap dan mengeksekusi D.N. Aidit.
Pada masa revolusi D.N. Aidit aktif dalam kelompok pemuda Menteng 31. Disebut berada di Pegangsaan Timur 56 mendesak Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan.