top of page

Ketika DN Aidit Menyanyi Lagu Arab

Ketua CC PKI D.N. Aidit menyanyikan lagu bahasa Arab dengan fasih. Penonton malah tertawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

D.N. Aidit ketika berpidato pada 1955. (Wikimedia Commons).

6 Feb 2021
2 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

SELASA, 26 November 1963 malam, halaman kantor Pengurus Besar Front Nasional di Jalan Merdeka Selatan begitu semarak. Malam itu tengah diadakan perpisahan dengan delegasi yang hendak menyukseskan Ganefo. Beberapa tokoh kemudian menyanyikan lagu daerah maupun lagu dari negara-negara perwakilan.


Ketua CC PKI D.N. Aidit, yang saat itu juga menjabat sebagai Ketua MPRS, tak mau luput dari perhatian. Ia naik panggung dan menyanyikan lagu dari daerah Sumatera Utara, “Madekdek Magambiri”. Begitu selesai, ia mengarahkan pandangan kepada Wakil Ketua DPR-GR Arudji Kartawinata.


“Pak Arudji, saya akan menyanyikan sebuah lagu bahasa Arab,” kata Aidit seperti dikutip koran HR Minggu, 1 Desember 1963.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
transparant.png
bottom of page