top of page

Aidit dan Natsir Saling Sikat dalam Debat

Dalam parlemen, mereka bertarung ideologi habis-habisan penuh emosi. Usai debat, keduanya berbagi kopi dengan akrab.

loading_historia_white.gif
transparant.png

D.N Aidit dan Mohammad Natsir. (konstituante.net).

10 Jan 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 17 Jul

ANIES Baswedan dan Prabowo Subianto kedapatan tidak bersalaman usai debat calon presiden ketiga akhir pekan kemarin. Sebagaimana diketahui, Anies dan Prabowo berdebat sengit pada debat yang bertemakan pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan globalisasi itu. Suasana debat memanas manakala Anies menyinggung soal aset pribadi Prabowo sementara banyak prajurit TNI yang tidak punya rumah dinas. Pernyataan Anies tentu saja membuat Prabowo jengkel karena membandingkan dua hal yang tidak berhubungan. Pada akhir debat terlihat keduanya tidak saling berjabat tangan. Tampaknya ada yang masih emosi.  


Debat memang mudah memantik emosi. Apalagi perdebatan di antara politisi yang sedang kontestasi memenangkan pemilihan umum. Setelah debat ada yang masih memendam kesumat. Namun, ada pula yang berbesar hati dengan berangkulan kembali.


Pada dekade 1950-an, perdebatan sengit acap mewarnai Konstituante, lembaga parlemen yang bertugas menyusun undang-undang dasar. Terlebih lagi di antara tokoh politisi dari Partai Masyumi dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Ideologi kedua partai ini memang saling bertentangan. Masyumi mengusung ideologi politik Islam sedangkan PKI mengusung komunisme menuju masyarakat tanpa kelas. Itulah sebabnya para kader mereka sering “berkelahi” di Konstituante dalam merumuskan dasar negara yang baru.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
transparant.png
bottom of page