top of page

Ridwan Saidi dan Bahasa Armenia

Ridwan Saidi menyebut prasasti-prasasti Sriwijaya berbahasa Armenia, padahal jelas Melayu Kuno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Prasasti Talang Tuo yang beraksara Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno, ditemukan di dekat Bukit Siguntang, Palembang. (Koleksi Museum Nasional).

12 Sep 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 24 Apr

PRASASTI yang dikeluarkan Kadatuan Sriwijaya dituliskan dalam bahasa Armenia, bukan Senskerta. Selama ini, banyak arkeolog salah mengira tulisan dalam prasasti-prasasti itu berbahasa Sanskerta, karenanya menimbulkan banyak salah arti.


Hal itu diucapkan budayawan Betawi, Ridwan Saidi, dalam video yang diunggah di kanal YouTube "Macan Idealis". “Banyak sekali bahasa Melayu menyerap dari bahasa Armenia. Jadi ketika dibaca, oh, ini bahasa Melayu padahal bahasa Armenia,” katanya.


Kenyataannya, semua prasasti peninggalan Kadatuan Sriwijaya ditulis dengan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. “Jelas kok itu Melayu Kuno. Masa nggak percaya bahasa sendiri,” kata Titi Surti Nastiti, ahli epigrafi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, ketika ditemui di kantornya di Pejaten, Jakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
transparant.png
bottom of page