top of page

Membantah Sriwijaya Fiktif

Ridwan Saidi menyebut Sriwijaya fiktif berdasarkan catatan I-Tsing. Namun, biksu Tiongkok itu menyebut Sriwijaya pusat belajar terkenal sebelum ke India.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gambaran I-Tsing atau Yijing dalam pameran Kedatuan Sriwijaya di Museum Nasional pada November 2017. (Gunawan Kartapranata/Wikimedia Commons).

29 Agu 2019
6 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

SRIWIJAYA itu kerajaan fiktif. Begitu kata Ridwan Saidi, budayawan Betawi, dalam video yang diunggah di kanal YouTube “Macan Idealis”. Menurutnya, keberadaan Kerajaan Sriwijaya selama ini adalah produk historiografi Belanda. Informasi adanya Kerajaan Sriwijaya di Sumatra disebarkanpada masa Hindia Belanda. Menurutnya, kolonialisme dalam hal ini memiliki kepentingan merusak bangsa.


“Kalau mau merusak suatu bangsa, rusaklah sejarahnya. Pada generasi pertama itu historiografi Belanda semua. Kebanyakan mereka bukan berlatar sejarawan tapi berlatar arkeolog. Kebanyakan dongeng tulisannya,” ujar Ridwan Saidi.


Untuk mendukung pernyataannya, Ridwan Saidi menjelaskan keterangan yang menurutnya dicatat oleh I-Tsing. Menurutnya I-Tsing adalah seorang pengelana dari Tiongkok yang diminta Kaisar Tiongkok untuk mencari di mana letak Sriwijaya, karena waktu itu kapal dagang Tiongok terpendam di laut sekitar Teluk Benggala dan Selat Malaka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Kasus 1965 disidangkan melalui Pengadilan Rakyat Internasional. Akankah mencuri perhatian internasional?
Kasus 1965 disidangkan melalui Pengadilan Rakyat Internasional. Akankah mencuri perhatian internasional?
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
transparant.png
bottom of page