top of page

Sekelumit Kisah Mahathir Mohamad

Menjajakan kopi dan pisang goreng di masa perang, Mahathir Mohamad bermanuver di panggung politik hingga disegani di Negeri Jiran.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad turun jabatan di usia 94 tahun. (Twitter @chedetofficial).

26 Feb 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 10 Jul

PERDANA Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melepaskan jabatannya pada Senin, 24 Februari 2020. Koalisi Pakatan Harapan yang ia bentuk bersamaAnwar Ibrahimpada 2018 pun turut bubar.“Dr. M”, julukan Mahathir, juga mundur dari kursi tertinggi Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM),kendaraan politikyang didirikannya pada 2016.


Mahathir memang bukan termasuk jajaran “Bapak Pendiri Bangsa” negeri jiran. Namun 22 tahun pemerintahannya begitu sarat kontroversi, membuatnya dikenang bak “Macan dari Negeri Jiran”.


Didikan Keras Zaman Sulit

Keras dan kontroversial. Dua karakter itu melekat pada sosoknya sepanjang 22 tahun memimpin Malaysia. Dua karakter itu jelas buah dari pertautan sifat pribadinya dan pendidikan serta lingkungan tempat masa kecilnya bertumbuh.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan AM. “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado tak hanya menjadikannya walikota perempuan pertama pasca-dibubarkannya RIS. Pemilihannya juga menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page