top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Efisiensi Mahathir Potong Gaji Menteri

Tak hanya Soeharto, Mahathir Mohamad pun pernah potong gaji kabinet. Toh para menteri takkan kelaparan walau gajinya dipotong, katanya.

19 Feb 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir bin Mohamad.

Diperbarui: 29 Des 2025

PEMERINTAHAN Presiden Prabowo Subianto menempuh jalan efisiensi dengan memangkas anggaran hampir semua kementerian dan lembaga (K/L). Hanya 10 K/L yang tak terkena pemangkasan anggaran, antara lain Kementerian Pertahanan, MPR, Badan Gizi Nasional, dan Polri. Hal itu menuai protes berbagai kalangan. Sebab, ada paradoks jika melihat gemuknya kabinet dan pengangkatan utusan-utusan khusus serta staf-staf khusus baru. Satu dari sekian protes adalah demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” yang dihelat di Jakarta dan kota-kota lain pada Senin (17/2/2025). Aksi yang dihelat aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan koalisi masyarakat sipil itu terus digelar hingga puncaknya pada Kamis (20/2/2025). 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page