- 16 Mei 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Apr
KENDATI belum setengah abad Gedong Tataan dijadikan daerah kolonisatie alias transmigrasi kolonial, keberhasilannya membuat daerah yang kini masuk Kabupaten Pesawaran, Lampung itu berulangkali didatangi bupati-bupati dari Jawa Tengah dan Jawa Timur era kolonial. Di awal abad ke-20 itu, Lampung ibarat masa depan bagi orang Jawa yang ekonominya lemah.
Para pejabat lokal di Jawa ingin melihat sesuatu di Gedong Tataan itu. Tak tanggung-tanggung, yang datang ke sana bahkan ada yang raja. Koran De Locomotief, 9 Februari 1935 memberitakan, pada Rabu (6 Februari 1935) malam pukul 20.00, mobil yang ditumpangi Susuhunan Pakubuwono X (1866-1939) bersama istrinya Ratu Pembayun dan Ratu Mas tiba di Lampung. Beberapa pangeran ikut serta dalam kunjungan itu. Mereka disambut dengan tari-tarian dan langsung oleh Residen Rookmaker.
Esoknya, 7 Februari 1935, Suhunan Solo mengunjungi Gedong Tataan. Mereka singgah di pendopo rumah asisten wedana Gadingrejo. Gadingrejo adalah pusat dari Distrik Gedong Tataan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















