top of page

Hotel Hilton Jakarta dan Keluarga Ibnu Sutowo

Hotel Hilton Jakarta identik dengan keluarga Ibnu Sutowo. Mulai dari kepemilikan hotel hingga skandal berdarah pada malam tahun baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hotel Sultan semula bernama Hotel Hilton Jakarta. Pada 2005, terjadi kasus pembunuhan yang melibatkan keluarga pemilik hotel. (Martin Sitompul/Historia.ID).

6 Agu
4 menit membaca

NAMA Ibnu Sutowo mentereng sebagai “raja minyak” setelah menjabat direktur utama Pertamina pertama. Namun, dia juga seorang pebisnis ulung. Semasih menjadi bos Pertamina, dia merambah bisnis perhotelan. Lewat perusahaan pribadinya, PT. Indobuild.co., dia menggarap tanah milik negara di dalam kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan. Lahan itu menjadi cikal bakal Hotel Hilton Jakarta, yang resmi beroperasi pada 1976.


Hotel Hilton Jakarta merupakan hotel bintang lima bertaraf internasional kedua setelah Hotel Indonesia. Untuk meningkatkan reputasi hotelnya, Ibnu Sutowo menggandeng manajemen dari taipan raksasa perhotelan asal Amerika, Conrad Hilton. Pada awal berdiri, Hotel Hilton Jakarta terdiri dari satu bangunan 16 tingkat dengan kapasitas 400 kamar.


Dengan fasilitas dan reputasi yang disandangnya, Hotel Hilton Jakarta menjadi simbol kemewahan dan masuk jajaran hotel elite Indonesia. Ia menjadi tempat orang-orang tajir menginap maupun beracara, perhelatan penting nasional, hingga pameran galeri seni dan busana.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page