- 2 hari yang lalu
- 4 menit membaca
NAMA Ibnu Sutowo mentereng sebagai “raja minyak” setelah menjabat direktur utama Pertamina pertama. Namun, dia juga seorang pebisnis ulung. Semasih menjadi bos Pertamina, dia merambah bisnis perhotelan. Lewat perusahaan pribadinya, PT. Indobuild.co., dia menggarap tanah milik negara di dalam kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan. Lahan itu menjadi cikal bakal Hotel Hilton Jakarta, yang resmi beroperasi pada 1976.
Hotel Hilton Jakarta merupakan hotel bintang lima bertaraf internasional kedua setelah Hotel Indonesia. Untuk meningkatkan reputasi hotelnya, Ibnu Sutowo menggandeng manajemen dari taipan raksasa perhotelan asal Amerika, Conrad Hilton. Pada awal berdiri, Hotel Hilton Jakarta terdiri dari satu bangunan 16 tingkat dengan kapasitas 400 kamar.
Dengan fasilitas dan reputasi yang disandangnya, Hotel Hilton Jakarta menjadi simbol kemewahan dan masuk jajaran hotel elite Indonesia. Ia menjadi tempat orang-orang tajir menginap maupun beracara, perhelatan penting nasional, hingga pameran galeri seni dan busana.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















