- 9 menit yang lalu
- 9 menit membaca
ANAK-ANAK muda berseragam cokelat berdiri takzim di halaman Istana Negara, Jakarta. Mereka bukan pelajar biasa, apalagi pejabat istana. Mereka adalah peserta Transmigrasi Pramuka (Transpram), program transmigrasi yang melibatkan anggota Gerakan Pramuka. Dengan seksama, mereka menyimak pidato Presiden Soeharto dalam upacara pelepasan yang diadakan Sabtu pagi, 14 Oktober 1972.
Di depan podium, Presiden Soeharto menyampaikan bahwa proyek ini bukan hanya soal relokasi. Bukan sekadar memindahkan warga dari pulau padat ke pulau yang lengang. “Transmigrasi bukan pemindahan kesengsaraan dan kemiskinan dari Jawa ke daerah lain,” ujarnya, dikutip Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.
Selepas acara, para peserta Transpram berangkat menuju Pelabuhan Merak. Mereka kembali mengikuti upacara sebelum menyeberang ke Lampung. Setiba di tujuan, mereka bermalam di mes transmigrasi Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















