top of page

Dari Srebrenica ke Palestina

Dari genosida ke genosida. Lebih dari 8.000 jiwa musnah dalam genosida di Srebrenica tiga dekade silam. Kini, sudah lebih dari 73 ribu nyawa di Palestina melayang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para aktivis "Palestine Convoy" saat mengunjungi Taman Makam Peringatan Pembantaian Srebrenica (X @palestineconvoy)

5 Agu
7 menit membaca

Diperbarui: 11 Agu

SAAT dunia internasional disibukkan oleh persekongkolan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyerang Iran, perhatian untuk Palestina pun berpaling. Padahal Israel masih melancarkan genosidanya di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Kelompok aktivis Palestina Convoy pun berupaya menarik perhatian dunia lagi pada Palestina dengan rencana aksi konvoi darat dari Srebrenica di Bosnia-Herzegovina ke Palestina.


Jika beberapa kelompok aktivis global lain berkali-kali mencoba menembus blokade Israel di Jalur Gaza via pelayaran-pelayaran Sumud Flotilla, kelompok Palestine Convoy bakal menggunakan kendaraan-kendaraan pribadi mereka untuk menuju tujuan akhir di Ramallah, Tepi Barat via Bosnia, Türkiye, Irak, dan Yordania. Mengutip laman resminya, mereka berangkat dari Srebrenica pada 26 Juli 2026. Perjalanannya direncanakan memakan waktu 20 hari dengan melewati 23 kota sebelum mencapai Ramallah.


Terdapat ratusan aktivis dari 31 negara yang ikut serta. Antara lain dari Belgia, Bosnia, Jerman, Prancis, Mesir, Norwegia, Serbia, Spanyol, Inggris, dan Swiss. Di kota-kota yang dikunjungi, mereka akan mengadakan long march dan demonstrasi damai dengan empat tuntutan utama: kemerdekaan Palestina dari Sungai Yordania sampai Laut Mediterania; diakhirinya pendudukan terhadap Palestina, menuntut Israel mencabut hukuman mati bagi orang-orang Palestina, dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi untuk menghentikan aneksasi dan ekspansi permukiman ilegal Israel di Palestina.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page