Diperbarui: 14 Sep
PAGI itu Kebun Raya Bogor sudah ramai pengunjung. Waktu menunjukkan pukul 9.00 WIB dan langit masih teduh. Jalan Astrid yang dikelilingi taman dan lapangan rumput luas dipenuhi pengunjung. Beberapa rombongan keluarga terlihat menggelar tikar di bawah pohon teduh. Anak-anak kecil berlarian dengan ceria di sekitar kolam tanaman air. Ada pula rombongan pelajar sekolah menengah yang tengah mengadakan outbond.
Itulah sebagian gambaran Kebun Raya Bogor di masa kini. Kini, tidak hanya sebagai lembaga konservasi dan penelitian alam tropis, Kebun Raya Bogor sekaligus menjadi destinasi wisata warga Bogor dan kota-kota sekitarnya. Bagi warga Jabodetabek yang sehari-hari berhadapan dengan penatnya kota besar, Kebun Raya Bogor adalah pilihan menyegarkan diri.
Kebun raya yang mulanya adalah halaman belakang rumah dinas gubernur jenderal Belanda itu kini menjadi salah satu tempat acuan penelitian flora yang penting di Indonesia. Selama 200 tahun kiprahnya, kebun raya seluas 87 hektare ini sudah memiliki 12.531 spesimen tumbuhan yang terdiri dari 3.228 spesies, 1.210 marga, dan 214 suku.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















