top of page

Argentina dan Trofi yang Dirindukan

Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lionel Messi (kiri) bersama Argentina sudah empat kali tampil di final Copa América dan acap gigit jari tanpa hasil. (copaamerica.com).

25 Jun 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 8 Jul

SETELAH terseok-seok di dua laga awal, kini Lionel Messi dkk. bisa menarik nafas. Tiket perempatfinal Copa América 2019 sudah di tangan. Kemenangan Argentina atas Qatar di laga terakhir Grup B menghidupkan kembali asa meraih trofi yang sudah lama mereka rindukan.


Kemenangan itu juga jadi kado spesial buat Messi. Laga melawan Qatar, salah satu tim tamu Copa America 2019, yang dihelat pada Senin (24/6/2019) itu tepat di hari ulang tahunnya yang ke-32.


“Sekarang kami baru memulai perjuangan di kejuaraan ini. Sekarang waktunya (juara) atau tidak sama sekali!,” ujar Messi kala diwawancara TyC Sport usai laga, Senin (24/6/2019).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Tradisi lama untuk menyambut musim semi agar mendapatkan kemakmuran dan rezeki di tahun baru.
Tradisi lama untuk menyambut musim semi agar mendapatkan kemakmuran dan rezeki di tahun baru.
Belajar dari Gajah Mada bahwa persatuan bukan hanya sebagai cita-cita belaka, namun menjadi misi yang harus tuntas.
Belajar dari Gajah Mada bahwa persatuan bukan hanya sebagai cita-cita belaka, namun menjadi misi yang harus tuntas.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
transparant.png
bottom of page