- 28 Jun 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 19 Mei
DARI Yogyakarta, ibu kota Republik Indonesia dipindahkan kembali ke Jakarta usai Perang Kemerdekaan. Presiden Sukarno ingin membenahi istana kepresidenan yang sekira empat tahun terbengkalai. Untuk itu, dia membutuhkan karya-karya lukisan dari pelukis ternama demi menghiasi dinding-dinding Istana.
Salah satunya lukisan karya Ernest Dezentje, pelukis aliran mooi indie yang sudah terkenal sejak masa kolonial. Mangil Martowidjojo, ajudan presiden dari Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Kepolisian, ditugaskan Bung Karno untuk mencari sang pelukis.
“Bung Karno memerintahkan kepada saya untuk mencari peluki kenamaan, Ernest Dezentje. Bung Karno berkata, 'Cari dia sampai ketemu dan suruh dia datang ke Istana ditunggu Bapak. Saya sendiri tidak tahu dimana dia sekarang, tetapi kamu, polisi tentu dapat menemukannya,'” tutur Mangil dalam memoar Kesaksian tentang Bung Karno 1945—1967.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.




%252C%20Ernest%20Dezentje_1200x500.jpg)













