- 9 Agu 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
SEKALI waktu, Mangil Martowidjojo, ajudan pribadi Presiden Sukarno, diminta presiden mencari seorang tukang cukur bernama Pak Azis. Waktu itu, sekira tahun 1950, Mangil baru datang dari Yogyakarta untuk bertugas sebagai pasukan polisi pengawal pribadi Bung Karno, cikal-bakal Detasemen Kawal Pribadi (DKP). Mangil agak kesulitan mencari Pak Azis karena alamatnya tidak diketahui. Sejak ibukota pindah ke Yogyakarta di masa perang, Bung Karno tidak pernah lagi dicukur Pak Azis. Bung Karno hanya memberi petunjuk terbatas.
“Orangnya sudah tua dan dulu badannya agak kurus,” kata Bung Karno merujuk Pak Azis.
Petunjuk itu nyatanya tidak cukup membantu Mangil menemukan Pak Azis dengan lekas. Walhasil, Mangil mengubek-ubek setiap rumah di Jakarta yang bertuliskan “tukang cukur”. Mujur bagi Mangil tiba setelah salah seorang tukang cukur di bilangan Cikini mengetahui alamat Pak Azis tukang cukur, yakni dekat perkuburan Menteng Pulo.
“Jadi kalau Bung Karno mau cukur, seminggu sebelumnya saya sudah harus memberi tahu Pak Azis,” kenang Mangil dalam memoarnya Kesaksian tentang Bung Karno 1945—1967.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















