top of page

Arief Sopir Sukarno

Kisah persahabatan seorang sopir taksi dengan Sukarno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Arief, eks sopir Bung Karno (Blog Roso Daras).

3 Jan 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 29 Apr

DI LUAR politisi, tokoh pergerakan dan pengusaha, mungkin hanya Arief orang terdekat Presiden Sukarno. Sebagai sopir pribadi Sukarno, Arief terlihat tidak pernah merasa canggung jika berhadapan dengan sang presiden, dalam situasi apapun. Kedekatan itu terlihat nyata jika keduanya sedang terlibat suatu pembicaraan.


“Saya sendiri belum pernah melihat Bung Karno marah kepada Pak Arief,” ujar Mangil Martowidjojo, pengawal Sukarno sejak 1945.


Dalam Kesaksian Tentang Bung Karno 1945-1967, Mangil berkisah, pada akhir 1945, Sukarno mengunjungi Garut dan berpidato di Lapangan Cisurupan. Begitu selesai, Sukarno langsung menaiki mobilnya, namun tetiba turun kembali karena Arief belum ada di belakang setir. Dia lantas menyuruh beberapa ajudannya untuk mencari Arief.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page