- 15 Okt 2025
- 3 menit membaca
HAMPIR setiap hari sekarang ini ada berita tentang sopir. Namun kebanyakan bernuansa negatif sebab para sopir diberitakan bernasib buruk. Mulai dari objek pemeresan aparat ataupun preman hingga ada yang menangis akibat barang-barang bawaan yang hendak dikirimnya dijarah masyarakat saat truk si sopir kecelakaan.
Kondisi para sopir itu jelas berkebalikan dari kondisi sopir di masa lalu. Dulu, saat masih sedikit orang Indonesia bisa menyetir, profesi sopir punya prestise.
Sopir tentu masuk seiring masuknya modernitas di Hindia Belanda (kini Indonesia). Istilah “sopir” sendiri berasal dari bahasa Perancis, yakni chauffeur. Istilah tersebut diserap orang Belanda lalu digunakan hingga ke Hindia. Istilah itu akhirnya dilafalkan sebagai supir atau sopir oleh orang Indonesia. Dalam bahasa Inggris sopir adalah driver. Semua orang bisa mendefinisikan sopir sebagai orang yang mengemudikan mobil. Kini sopir pun merangkap pemilik mobil. Namun, ini tidak berlaku di masa lalu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












