top of page

Sukarno Bikin Pelat Nomor Sendiri

Sukarno meminta pelat nomor REP 1 ditolak kepala polisi lalu lintas. Sukarno pun membuat sendiri pelat nomor itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno duduk di mobil dengan pelat nomor REP 1 disambut masyarakat. (Perpusnas RI).

14 Feb 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 25 Jul

PELAT nomor kendaraan RI 1 tentu tak asing bagi masyarakat Indonesia. Itu pelat nomor mobil presiden Republik Indonesia. Ternyata, pelat nomor mobil presiden pertama bukan RI 1. Menariknya, Presiden Sukarno membuat sendiri pelat nomor untuk mobilnya.


Mangil Martowidjojo, komandan pengawal pribadi Sukarno, dalam Kesaksian Tentang Bung Karno 1945–1967 menceritakan bahwa ia diperintahkan Sukarno untuk meminta pelat nomor mobil kepada kepolisian lalu lintas Yogyakarta pada 1946 saat pemerintahan dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta.


“Saya waktu itu menghadap Kepala Polisi Lalu Lintas Soenarjo untuk meneruskan permintaan presiden,” kata Mangil.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page