top of page

Kedaulatan Ekonomi, Pesan Inti yang Terlupa dari KAA

Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Vijay Prashad dalam public lecture di Gedung Merdeka, Bandung (Historia.ID)

20 Apr
5 menit membaca

Diperbarui: 8 Mei

KENDATI sudah 71 tahun berlalu, makna, pesan, hingga gaung Konferensi Asia-Afrika (KAA) belum usang untuk dibicarakan. Konflik yang terjadi di dunia selama tujuh dekade hingga kini adalah problem lama yang juga jadi perhatian di forum KAA di Bandung: neo-kolonialisme dan neo-imperialisme yang terus mencengkeram negara-negara dunia ketiga.


Hal itu disampaikan sejarawan asal India Vijay Prashad dalam public lecture “The Bandung Spirit: Reviving Global South Solidarity in a Time of Crisis” di peringatan ke-71 KAA, Minggu (19/4/2026) siang di Gedung Merdeka, Bandung. Event tersebut disiarkan secara daring di akun Youtube Historia.ID.


Hingga kini pun, menurut Vijay, kolonialisme dan imperialisme Barat terus berusaha membungkam mayoritas dunia. Kolonialisme tidak hanya mencuri kekayaan. Hal dramatis tentang kolonialisme dan imperialisme yang terjadi di abad ke-19 dan abad ke-20 adalah pembungkaman gagasan-gagasan dari masyarakat dunia ketiga dan negeri-negeri Selatan yang dianggap tidak penting. Negara-negara dunia ketiga dianggap tidak penting sebagai kontributor dari sejarah dunia. Dengan kata lain, mereka membuat sejarah dan negara-negara dunia ketiga hanya berpartisipasi di dalamnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
transparant.png
bottom of page