- 24 Apr 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 4 Feb
DALAM suasana yang khidmat di ruang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), New York pada 18 April 2024, Duta Besar (Dubes) Malta untuk PBB yang memimpin sidang, Vanessa Frazier, dengan cermat membacakan pernyataan menjelang pengambilan suara terkait resolusi pengajuan Palestina sebagai anggota penuh PBB. Resolusi itu diajukan Aljazair di saat Israel masih melancarkan aksi-aksi brutalnya terhadap warga sipil di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina sejak Oktober 2023.
“Bagi mereka yang mendukung draf resolusi di dalam dokumen S224/312, silakan mengangkat tangan,” ujar Dubes Frazier kepada 15 perwakilan anggota DK PBB dalam potongan video yang dilansir The Guardian, 18 April 2024.
Secara kompak dan serempak, 12 perwakilan mengangkat tangan. Ke-12 perwakilan itu yakni Malta, Aljazair, Ekuador, Guyana, Jepang, Mozambik, Sierra Leone, Slovenia yang merupakan anggota tidak tetap DK PBB, serta Rusia, China, dan Prancis yang merupakan tiga dari lima anggota tetap DK PBB pemilik hak veto selain Inggris dan Amerika Serikat (AS).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












