top of page

Kisah Sersan Mayor Menjadi Mayor

Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi tentara KNIL. (KITLV)

19 Apr
4 menit membaca

Diperbarui: 25 Apr

SEORANG ksatria lazimnya tahu kapan dia mesti turun gunung. Bila sudah turun, dia juga mesti menghindari dunia yang digelutinya selama ini secara total dan menyibukkan diri dengan kegiatan spiritual.

 

Hal itulah yang dipilih Alex Heen Mengko. Begitu mundur dari kedinasannya di TNI, dia pulang dan tak lagi melibatkan diri dalam kegiatan militer apapun. “Opa pulang kampung ke Manado, menjadi pemuka agamanya,” terang musisi Muhammad FR Mengko alias Prince Mengko, cucu Alex Mengku, kepada Historia.

 

Alex Mengko merupakan serdadu sejak era Belanda dan kemudian ikut mendirikan sebuah batalyon di TNI. Meski dirinya tercatat berasal dari Magelang, sebagaimana ditunjukkan kartu tawanan perangnya di zaman pendudukan Jepang, nama belakangnya menunjukkan keluarganya berakar dari Minahasa, Sulawesi Utara, yang dulunya adalah bagian dari Keresidenan Manado. Bisa jadi dia pernah dibesarkan di Magelang, Jawa Tengah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page