top of page

Sejarah Mayor dan Sersan Mayor

Mayor dan Sersan Mayor sejarahnya saling terkait. Kini, Sersan Mayor hanyalah bintara tinggi berpengalaman.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 20 Mar 2025
  • 2 menit membaca

SETELAH ada laporan bahwa Mayor Lukman menghamili gadis desa, maka Jenderal Nagabonar memberi tindakan. Dalam sebuah upacara, diumumkan pangkat Mayor Lukman diturunkan menjadi sersan mayor. Lukman pun pingsan mendengarnya.


Meskipun adegan kocak dalam film Nagabonar (1986) itu hanyalah sebuah hiburan, ia tetap berangkat dari fakta historis. Adegan tersebut menggambarkan bagaimana situasi di masyarakat bawah saat Perang Kemerdekaan. Termasuk soal masih acak-acakannya organisasi militer, yang dibuktikan dengan kepangkatan.

 

Pangkat mayor yang disandang Lukman sebelum dihukum dengan pangkat sersan mayor yang disandangnya pasca-dihukum, merupakan dua pangkat yang tingkatannya berbeda jauh. Yang pertama termasuk pangkat perwira menengah, yang terakhir bintara. Meski begitu, ada keterkaitan sejarah antara mayor dengan sersan mayor.


Dalam bahasa latin, mayor berarti besar. Ia lawan dari kata minor yang berarti kecil. Sedangkan “Sersan”, menurut Raymond Oliver dalam makalah berjudul “Why Is Colonel Called is Kernel?”, “bermula dari pelayan, serviens dalam bahasa Latin.” Jadi Sersan Mayor diartikan sebagai sersan besar. Dia lebih tinggi daripada sersan biasa.


Dalam kepangkatan militer, Sersan Mayor setidaknya sudah digunakan pada abad ke-16. Militer negeri-negeri Eropa yang memulainya.


“Pada masa itu dia adalah seorang perwira, yang kedua atau ketiga dalam komando resimen atau unit serupa,” catat Raymond Oliver.


Sekitar abad ke-17, Prancis meniru Spanyol dalam membentuk resimen yang terdiri kompi-kompi. Kesemuanya dipimpin oleh seorang kolonel. Kolonel kala itu masih longgar pemilihannya. Terkadang, para kapten memilih salah satu dari mereka untuk menjadi kolonel, letnan kolonel, dan juga sersan mayor. Kolonel biasanya sering absen di pasukan, sehingga yang tersisa hanya letnan kolonel dan sersan mayor.


“Bagian penting dari tugas Sersan Mayor adalah membentuk kompi menjadi unit resimen dan menjaga mereka dalam formasi yang tepat dalam pertempuran atau dalam perjalanan,” tulis Raymond Oliver.


Dalam menjaga tugasnya, seorang sersan mayor haruslah memiliki suara yang lantang. Selain itu, lebih berwibawa di dalam pasukan.


Pada abad ke-17 dan ke-18, setelah resimen menjadi kesatuan yang permanen, pangkat Sersan Mayor yang merupakan hasil pilihan kapten-kapten, tidak lagi disebut “sersan mayor” melainkan hanya “mayor” saja. Seorang mayor adalah adalah perwira staf resimen.


“Mungkin Kapten lainnya keberatan memiliki Sersan ‘besar’ di atas mereka dan Sersan lain di bawah mereka,” kata Raymond Oliver.


Di masa lalu, terdapat pangkat Sersan Mayor Jenderal juga. Namun kemudia, kata “Sersan” di depannya dihilangkan, maka jadilah Mayor Jenderal.


Kini, pangkat Sersan Mayor di atas Kapten memang sudah tidak ada lagi, namun pangkat Sersan Mayor di bintara masih tetap eksis. Di Indonesia, Sersan Mayor berada di bawah Pembantu Letnan Dua. Sersan Mayor sekarang hanyalah sersan tertinggi di antara prajurit biasa alias prajurit senior yang berpengalaman.


Padahal, Sersan adalah pangkat tertinggi prajurit dari kalangan rakyat jelata di Eropa era feodal. Berhubung hanya golongan bangsawan yang bisa jadi perwira, mereka pun tidak bisa menjadi perwira. Kemungkinan, pangkat Sersan Mayor diciptakan untuk mereka para rakyat jelata. Keadaan berubah setelah orang biasa yang berpendidikan bisa menjadi perwira.


“Sebagai seorang sersan mayor, ia memerlukan kemahiran teknik militernya dengan menempuh pendidikan spesialisasi lain dan memperdalam spesialisasi yang sudah dimiliki. Ia dapat diangkat menjadi Sersan Mayor kompi, Sersan Mayor batalyon dan seterusnya,” tulis Sayidiman Suryohadiprojo dalam Si Vis Pacem Para Bellum: Membangun Pertahanan Negara yang Modern dan Efektif.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
29 negara di kawasan Asia Afrika, ditambah tiga negara peninjau, mengirimkan delegasinya ke Bandung, guna memenuhi undangan Indonesia untuk menghadiri Konferensi Asia-Afrika. Hotel Preanger dan Savoy Homann menjadi tempat singgah para delegasi selama KAA berlangsung.
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
Setelah memberontak, pangkatnya  malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
transparant.png
bottom of page