top of page

Cerita Mayor Selamat Ginting Cari Senjata ke Singapura

Perkara nama, seorang mayor TNI yang mencari senjata ditahan petugas imigrasi masuk ke Singapura. Hampir berujung baku hantam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mayor Selamat Ginting bersama istrinya. Foto: Repro cover "Kilap Sumagan: Biografi Selamat Ginting" karya Tridah Bangun dan Hendri Chairudin.

24 Mei 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 19 Apr

Dalam perang kemerdekaan, pejuang Indonesia butuh senjata untuk menghadapi tentara Belanda. Ke mana saja senjata dicari. Di Sumatra Utara, senjata-senjata eks serdadu Jepang yang dibuang ke laut diburu oleh kelompok pejuang, baik laskar maupun tentara Republik. Mereka rela menyelam sampai dasar laut, kemudian merakit kembali senjata yang telah berkarat.


Mayor Bedjo, komandan TNI Stoottroep Brigade B, mengerahkan banyak anggota pasukannya mencari senjata ke laut. “Mayor Bedjo banyak memperoleh senjata dari hasil memancingnya di Laut Belawan. Senjata itu terdiri dari senjata-senjata yang sengaja dibuang Jepang. Senjata Jepang yang bakal diserahkan kepada Sekutu,” ungkap Edisaputra, penulis biografi Bedjo dalam Bedjo: Harimau Sumatra dalam Perang Kemerdekaan.


Selain di laut, ada pula komandan yang mencari senjata sampai ke luar negeri, seperti Mayor Selamat Ginting. Tapi, masuk ke negara orang butuh paspor. Dalam suasana perjuangan, boro-boro paspor, bisa sampai ke negara yang dituju tanpa kena endus intel Belanda saja sudah bagus.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page