top of page

Djamin Gintings dan Selamat Ginting Bersitegang

Meski sama-sama semarga, Djamin Gintings dan Selamat Ginting berselisih jalan saat Perang Kemerdekaan. Namun, keduanya diakui sebagai pejuang penting dari Tanah Karo.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Djamin Gintings dan Selamat Ginting. (ANRI dan cover biografi Selamat Ginting).

2 Mei 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 12 Jan

SEMASA ikut Perang Kemerdekaan , mendiang Mayor TNI (Purn.) Sumbat Sembiring merasakan dipimpin oleh komandan-komandan berpengaruh di Sumatra Utara. Mulanya Sumbat bergabung dalam Laskar Napindo pimpinan Mayor Selamat Ginting. Usianya baru 15 tahun saat itu (kelahiran 1930), dan bertugas di kompi perusak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page