- Martin Sitompul

- 11 Sep 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
PERANG Kemerdekaan di Tapanuli meninggalkan cerita kelam tentang para pejuang yang saling bertempur satu sama lain. “Porang ni si Bedjo-Malau” begitu kata orang-orang zaman dulu dalam bahasa setempat. Perang saudara antara Mayor Bedjo dan Mayor Liberty Malau ini jadi kenangan pahit bagi masyarakat Tapanuli masa itu.
“Saya pada waktu itu menggambarkan pihak yang bertentangan ini sebagai iblis dan setan. Satupun di antaranya jangan ditemani, karena bagaimanapun suatu ketika kita akan ditelan juga,” kenang Maraden Panggabean dalam otobiografinya Berjuang dan Mengabdi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












