- 17 Apr
- 3 menit membaca
BERAGAM cara dilakukan Amerika Serikat untuk memenangkan perang di Vietnam yang berlangsung sejak 1955 hingga 1975. Salah satunya dengan psywar menggunakan propaganda, manipulasi informasi, ancaman, atau tekanan mental untuk memengaruhi emosi dan sikap Viet Cong, pasukan gerilya komunis Vietnam Utara yang melawan pemerintah Vietnam Selatan.
Salah satu taktik perang non-fisik adalah memanfaatkan para pembelot dari Viet Cong untuk membujuk rekan-rekannya agar bergabung dengan pasukan Vietnam Selatan yang didukung Amerika.
Menurut jurnalis Inggris, Tom Mangold dan John Penycate, dalam The Tunnels of Cuchi: A Harrowing Account of America’s “Tunnel Rats” in the Underground Battlefields of Vietnam, jika seorang Viet Cong dibujuk membelot dan menjadi Hoi Chanh, pembelotannya dimanfaatkan untuk tujuan propaganda sesegera mungkin. Ia dipaksa merekam pesan untuk meyakinkan rekan-rekannya agar keluar dari persembunyiannya. Taktik ini semakin mudah dilakukan dengan penemuan sistem Early Word oleh perwira Big Red One.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















