- 5 Sep 2021
- 5 menit membaca
Diperbarui: 17 Feb
HARI ini, 4 September 1967. Kabar radio yang menginformasikan Peleton ke-2 dari Kompi M Batalyon ke-3 Resimen Marinir ke-5 Amerika Serikat (AS) sedang digempur pasukan Tentara Rakyat Vietnam (NVA/PAVN) di Lembah Que Son, Provinsi Quang Tin membuat Letnan Vincent Capodanno, pendeta di batalyon tersebut, terpanggil untuk ikut terjun ke palagan. Tak peduli tugasnya bukan memanggul senjata, Capodanno langsung bergegas ke lokasi meninggalkan pos markasnya yang aman.
Di lokasi, dia langsung memberi pertolongan kepada para personel yang terluka. Kepada mereka yang sekarat, Capodanno memberi upacara terakhir. Tembakan intens musuh yang didukung mortir tak dihiraukannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












