top of page

4 September 1967: Marinir AS Bersimbah Darah di Operasi Swift

Untuk mencapai beberapa tujuan strategis, Divisi 1 Marinir AS melancarkan Operasi Swift. Akibatnya berdarah-darah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan Marinir AS sedang menyeberangi pematang sawah dalam Operasi Swift, 1967 (Repro US Marines in Vietnam: Fighting the North Vietnamese/US Department of Defence).

5 Sep 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

HARI ini, 4 September 1967. Kabar radio yang menginformasikan Peleton ke-2 dari Kompi M Batalyon ke-3 Resimen Marinir ke-5 Amerika Serikat (AS) sedang digempur pasukan Tentara Rakyat Vietnam (NVA/PAVN) di Lembah Que Son, Provinsi Quang Tin membuat Letnan Vincent Capodanno, pendeta di batalyon tersebut, terpanggil untuk ikut terjun ke palagan. Tak peduli tugasnya bukan memanggul senjata, Capodanno langsung bergegas ke lokasi meninggalkan pos markasnya yang aman.


Di lokasi, dia langsung memberi pertolongan kepada para personel yang terluka. Kepada mereka yang sekarat, Capodanno memberi upacara terakhir. Tembakan intens musuh yang didukung mortir tak dihiraukannya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page