- 2 jam yang lalu
- 8 menit membaca
TAK seperti namanya, Kota Kudus sekali waktu malah kebanjiran bacaan erotis. Bacaan yang bersifat pornografi meliputi brosur stensilan, buku “perangsang”, dan gambar cabul. Pihak berwajib turun tangan karena khawatir bacaan tersebut memancing pembacanya untuk menirukan hal-hal yang ditulis di dalamnya.
“Tante Girang karangan Motinggo Boesje termasuk di antara buku-buku yang dianggap dapat merusak moral bagi pembacanya yang baru-baru ini disita oleh pihak yang berwajib di Kudus,” demikian diwartakan Kompas, 22 Mei 1969.
Namun, Motinggo Boesje, pengarang yang namanya dicatut, keberatan dengan berita tersebut. Sehari berselang, Motinggo menyanggahnya di kolom pembaca Kompas. Menurut Motinggo, berita keliru seperti itu dapat merusak reputasi dan merugikan dirinya. Meski demikian, dia meyakini kekeliruan pengutipan berita terjadi tanpa disengaja oleh redaksi Kompas.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.




.jpg)













