top of page

Kala Kewarganegaraan Seorang Anggota Parlemen Dipertanyakan

Kewarganegaraan anggota DPR dari kalangan minoritas, E.F. Wens, dipertanyakan. Memantik polemik hingga intrik internal dalam organisasi Indo.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Emile Francois Wens. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

6 Jun
12 menit membaca

EMILE Francois (E.F.) Wens tentu senang. Sebagai satu dari sedikit kalangan minoritas, dirinya diundang menghadiri acara penting di Istana Negara, Jakarta pada awal 1956. Wens dan lebih dari 250 orang lain, yang berhasil meraup suara dalam Pemilu 1955, dipercaya menjadi anggota Parlemen. Mereka akan dilantik di Istana Negara.


“Pelantikan anggota DPR dilakukan oleh Presiden Sukarno tanggal 25 Maret 1956 di Istana Negara –Jakarta. Sedangkan pelantikan anggota-anggota Konstituante tanggal 10 November 1956 di Gedung Merdeka (kemudian terkenal sebagai Gedung Konstituante – Bandung,” tulis Idham Chalid, politikus NU, dalam Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid: Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah.


Dari jumlah anggota DPR yang kurang dari 300 itu, tak semua mewakili partai politik. Mereka terdiri dari beberapa kriteria.  

 

“Ketika dilantik tanggal 26 Maret 1956 di Istana Negara, Jakarta, jumlah anggota DPR adalah 272, yang terdiri atas 257 hasil Pemilu 1955, 3 orang wakil Irian Barat diangkat, dan 12 wakil dari golongan minoritas keturunan asing/Tionghoa,” kata perempuan-politikus Aisyah Amini dalam Pasang-Surut Peran DPR-MPR, 1945-2004.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
Mobil listrik murni pertama Hyundai ditenagai baterai lithium-ion polymer, sumber energi yang sejarahnya membentang sejak abad ke-18.
Mobil listrik murni pertama Hyundai ditenagai baterai lithium-ion polymer, sumber energi yang sejarahnya membentang sejak abad ke-18.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Mengidolakan R.A. Kartini sejak remaja, Sujatin tak pernah lelah memperjuangkan nasib perempuan.
Mengidolakan R.A. Kartini sejak remaja, Sujatin tak pernah lelah memperjuangkan nasib perempuan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Tim kampanye Presiden Nixon memanfaatkan intelijen untuk mengintip jeroan partai pesaingnya. Skandalnya dibongkar informan FBI dan wartawan.
Tim kampanye Presiden Nixon memanfaatkan intelijen untuk mengintip jeroan partai pesaingnya. Skandalnya dibongkar informan FBI dan wartawan.
transparant.png
bottom of page