- 2 jam yang lalu
- 12 menit membaca
EMILE Francois (E.F.) Wens tentu senang. Sebagai satu dari sedikit kalangan minoritas, dirinya diundang menghadiri acara penting di Istana Negara, Jakarta pada awal 1956. Wens dan lebih dari 250 orang lain, yang berhasil meraup suara dalam Pemilu 1955, dipercaya menjadi anggota Parlemen. Mereka akan dilantik di Istana Negara.
“Pelantikan anggota DPR dilakukan oleh Presiden Sukarno tanggal 25 Maret 1956 di Istana Negara –Jakarta. Sedangkan pelantikan anggota-anggota Konstituante tanggal 10 November 1956 di Gedung Merdeka (kemudian terkenal sebagai Gedung Konstituante – Bandung,” tulis Idham Chalid, politikus NU, dalam Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid: Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah.
Dari jumlah anggota DPR yang kurang dari 300 itu, tak semua mewakili partai politik. Mereka terdiri dari beberapa kriteria.
“Ketika dilantik tanggal 26 Maret 1956 di Istana Negara, Jakarta, jumlah anggota DPR adalah 272, yang terdiri atas 257 hasil Pemilu 1955, 3 orang wakil Irian Barat diangkat, dan 12 wakil dari golongan minoritas keturunan asing/Tionghoa,” kata perempuan-politikus Aisyah Amini dalam Pasang-Surut Peran DPR-MPR, 1945-2004.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















