top of page

Kala Hak Imunitas Anggota DPR Kandas

Presiden Sukarno jadi sasaran pembunuhan. Dua anggota DPR mempertanyakan kenapa alat-alat negara kecolongan. Alih-alih mendapatkan jawaban, seorang anggota DPR justru ditahan tentara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Imam Soeparni Handoko Widjojo dan H.J.C. Princen. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

11 Okt 2024
6 menit membaca

Diperbarui: 1 Mar

SABTU malam, 30 November 1957, Perguruan Cikini menggelar lustrum ke-3. Presiden Sukarno, sebagai orangtua dari Guntur Soekarnoputra dan Megawati Soekarnoputri, hadir dan memberikan sambutan.  


Pukul 21.00, Sukarno meninggalkan ruangan resepsi, sementara kedua anaknya tak ikut karena ingin menonton film. Sukarno berjalan menuju halaman gedung sekolah dengan diantar oleh Kepala Sekolah Sumadji dan Ketua Panitia Nyonya Sudardjo.


Tiba-tiba terdengar ledakan granat sekira lima meter dari belakang Sukarno. Menyusul kemudian ledakan kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Sukarno, yang hendak menaiki mobil, langsung diselamatkan oleh pengawalnya.


Pengumuman Istana yang disiarkan berulang-ulang melalui RRI menyebut Presiden Sukarno dan anak-anaknya dalam keadaan sehat. Namun, ledakan itu menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan sekira 144 orang menderita luka-luka, termasuk perempuan dan anak-anak. Para korban dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Mengidolakan R.A. Kartini sejak remaja, Sujatin tak pernah lelah memperjuangkan nasib perempuan.
Mengidolakan R.A. Kartini sejak remaja, Sujatin tak pernah lelah memperjuangkan nasib perempuan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Tim kampanye Presiden Nixon memanfaatkan intelijen untuk mengintip jeroan partai pesaingnya. Skandalnya dibongkar informan FBI dan wartawan.
Tim kampanye Presiden Nixon memanfaatkan intelijen untuk mengintip jeroan partai pesaingnya. Skandalnya dibongkar informan FBI dan wartawan.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
transparant.png
bottom of page