- 11 Okt 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 1 Mar
SABTU malam, 30 November 1957, Perguruan Cikini menggelar lustrum ke-3. Presiden Sukarno, sebagai orangtua dari Guntur Soekarnoputra dan Megawati Soekarnoputri, hadir dan memberikan sambutan.
Pukul 21.00, Sukarno meninggalkan ruangan resepsi, sementara kedua anaknya tak ikut karena ingin menonton film. Sukarno berjalan menuju halaman gedung sekolah dengan diantar oleh Kepala Sekolah Sumadji dan Ketua Panitia Nyonya Sudardjo.
Tiba-tiba terdengar ledakan granat sekira lima meter dari belakang Sukarno. Menyusul kemudian ledakan kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Sukarno, yang hendak menaiki mobil, langsung diselamatkan oleh pengawalnya.
Pengumuman Istana yang disiarkan berulang-ulang melalui RRI menyebut Presiden Sukarno dan anak-anaknya dalam keadaan sehat. Namun, ledakan itu menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan sekira 144 orang menderita luka-luka, termasuk perempuan dan anak-anak. Para korban dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












