top of page

Percobaan Pertama Pembunuhan Sukarno

Mimpi mendirikan negara Islam jadi alasan menghabisi Presiden Sukarno di Perguruan Cikini. Para pelaku terkait dengan DI/TII S.M. Kartosoewirjo. Tak boleh ada matahari kembar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno mengunjungi korban Peristiwa Cikini di rumah sakit, 3 Desember 1957. (Perpusnas RI).

1 Nov 2023
7 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

DUA anak itu berjalan mengapit Presiden Sukarno yang terlihat sumringah saat melangkah keluar dari gedung sekolah Perguruan Tjikini. “Dengan suasana hati yang gembira aku mempermainkan rambut seorang anak yang berjalan di samping sebelah kiriku dan mendekap anak yang melekat ke kaki kananku,” kata Sukarno dalam Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. 


Sabtu malam itu, 30 November 1957, Sukarno menghadiri malam amal dalam rangka hari jadi Sekolah Rakyat (SR) Perguruan Tjikini yang ke-15. Dia hadir bukan sebagai presiden melainkan sebagai orang tua murid dari Guntur dan Megawati Sukarnoputri. Tapi Guntur dan Mega tak ikut pulang. Mereka memilih tetap di sekolah, menonton film yang bakal diputar selepas resepsi. 


Pukul 20:45 Kepala Sekolah Sumadji dan Ketua Panitia Ny. Sudardjo mengantar Presiden Sukarno menuju mobil kepresidenan yang menunggu di depan sekolah. Belum lagi langkah kaki presiden beranjak masuk ke dalam mobil, seketika ledakan menggelegar tak jauh darinya. Dar! Semula orang mengira ledakan berasal dari ban yang meletus. Namun, tak lama setelah ledakan pertama, ledakan kedua kembali terdengar. Kali ini semua orang panik, menjerit, dan berlarian menyelamatkan diri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
transparant.png
bottom of page