top of page

Mula Coachella

Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Panggung utama Coachella yang padat penonton saat Sabrina Carpenter jadi headliner (Facebook Coachella)

16 Apr
4 menit membaca

DALAM ingar-bingarnya dunia musik dan gemerlapnya selebritas kini, segenap mata tertuju pada Coachella. Salah satu festival seni dan musik terbesar sekaligus salah satu yang paling cuan itu tahun ini diramaikan para headliner macam Sabrina Carpenter, Justin Bieber, dan Karol G.


“Sebuah festival di satu venue tunggal di Empire Polo Club di Indio, California. Para produsernya terinspirasi festival-festival seperti Glastonbury. Para penampil dan tamu-tamunya bisa menikmati kerumunan (penonton) yang sopan sembari fokus pada bakat musikalitasnya. Sejak pertamakali digelar, Coachella secara konsisten jadi salah satu festival musik tahunan paling menguntungkan,” tulis Kevin L. Ferguson dan Melissa Lenos dalam Generation X: The Popular Culture that Defined the MTV Generation.


Tahun ini Coachella edisi “HUT ke-25” dihelat selama 10 hari (10-19 April 2026). Hebatnya, tiket Coachella 2026 yang dibanderol dari 549-1.200 dolar AS sudah ludes terjual dalam pekan pertama pada September 2025 silam. Ajang ini menjadi glamor karena penontonnya bukan dari kalangan penggemar musik biasa namun juga para selebritas dunia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page