top of page

Konser Bon Jovi di Ancol Rusuh

Penonton yang tak memiliki tiket membuat kerusuhan di konser pertama Bon Jovi di Ancol.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Poster konser Bon Jovi di Stadium Ancol, 6 Mei 1995.

11 Sep 2015
2 menit membaca

Diperbarui: 16 Apr

BON JOVI kembali menggelar konser di Gelora Bung Karno, Jakarta, 11 September 2015. Duapuluh tahun lalu, tepatnya 6 Mei 1995, band rock asal Amerika Serikat ini, menggebrak panggung konser di Stadium Ancol, Jakarta Utara. Pada tahun ini, konser band dunia di Jakarta dua kali lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.


“Sejumlah nama mendunia mulai Roxette, Phil Collins, Bon Jovi, Take That, dan Wet Wet Wet mengisi album pertunjukan tahun lalu (1995) dengan meraup miliaran rupiah,” tulis majalah Warta Ekonomi, No. 33 Th VII/Januari 1996. “Hanya konser Bon Jovi yang mampu menandingi pentas Phil Collins yang memamerkan perpaduan antara manajemen panggung, kemampuan musikal, dan olah vokal yang prima.”


Phil Collins yang juga konser di Ancol dihadiri tak kurang dari 70.000 penonton. Sedangkan penonton Bon Jovi, menurut promotor lokal, sekira 60.000. Namun, menurut Mike Levin dalam majalah Billboard, 20 Mei 1995, “laporan-laporan media massa menaksir penonton mencapai 100.000.” Angka ini mungkin termasuk penonton di luar yang tak bertiket dan jumlahnya mencapai ribuan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
transparant.png
bottom of page