- 18 Apr
- 4 menit membaca
PENGHUNI kamp interniran Jepang tak hanya orang-orang Belanda. Warga negara lain yang dicurigai Jepang juga ikut dicokok masuk kamp interniran. Hal inilah yang terjadi kepada Muriel Stuart Walker, seorang jurnalis kebangsaan Skotlandia.
“Dia orang Amerika kemudian ditahan di Kediri dan sempat ditelanjangi. Dalam keadaan telanjang bulat, ia disuruh jalan,” kata pakar cagar budaya Nunus Sapardi dalam diskusi bukunya beberapa waktu silam.
Nunus merupakan penulis dua buku tentang kamp interniran Jepang, Documenta Historica Kamp Interniran: Masa Pendudukan Jepang hingga Revolusi di Indonesia dan Beragam Segi Kehidupan di Balik Kamp Interniran.
Meski berdarah Skotlandia-Viking, Muriel memiliki kewarganegaraan Amerika setelah ikut ibunya pindah ke Amerika di usia remaja. Ia kemudian menikah dengan Karl Jenning Pierson, warga Amerika keturunan Swedia. Pada 1932, Muriel meninggalkan suaminya dan pindah ke Bali. Ia terpikat dengan lansekap dan budaya Bali setelah menyaksikan film Bali, The Last Paradise ketika berjalan-jalan di Hollywood Boulevard.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















