- 26 Jul 2023
- 8 menit membaca
Diperbarui: 27 Jul
K’TUT Tantri tutup usia tanggal 27 Juli 1997, di sebuah kamar sempit tanpa jendela, dalam sebuah panti jompo milik pemerintah di pinggiran Sydney, New South Wales, Australia. Beberapa bulan sebelumnya dia terpeleset di kamar mandi, sehingga tulang pinggulnya retak. Dengan demikian, perempuan tua kelahiran Glasgow, Skotlandia tanggal 18 Februari 1899 dengan nama asli Mureil Stuart Walker tersebut menutup hari-hari akhirnya penuh kesengsaraan. Terbaring di tempat tidur, praktis tanpa ada keluarga datang mendampingi.
Ayahnya, seorang arkeolog, meninggal di Afrika beberapa saat sebelum dirinya dilahirkan. Akhir tahun 1920, dia ikut ibunya pindah ke Amerika Serikat. Di negara barunya, dia bertemu Karl Henning Pearsen, seorang pengusaha asal Swedia. Mereka menikah dan tinggal di San Fransisco sampai tahun 1927. Pada suatu hari, dalam senja yang sedang disapu gerimis, ketika sedang menyusuri Hollywood Boulevard, dia tiba-tiba membaca poster film Bali, the Last Paradise, di depan sebuah gedung bioskop kecil. Dia tertarik, menonton, dan seperti diakuinya dalam otobiografinya Revolt in Paradise, langsung terpesona. Bali menumbuhkan harapan hidup baru bagi dirinya.
Akhir November 1932 dia meninggalkan New York, naik sebuah kapal barang kecil menuju Tanjung Priok. “Saya berusaha membekali diri dengan lengkap. Seluruh uang tabungan telah saya cairkan. Saya mengangkut kanvas, cat, dan aneka macam kuas untukk mencukupi kebutuhan selama dua tahun. Saya tertantang sebuah kehidupan baru, untukk menjadi pelukis.”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















