top of page

Jenderal Jepang Perebut Bandung Divonis Mati

Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 2 jam yang lalu
  • 3 menit membaca

ERETAN Wetan di bagian barat Kabupaten Indramayu menjadi daerah pendaratan penting pasukan Jepang sewaktu Perang Pasifik. Setelah mendarat, mereka tidak bergerak ke arah barat menuju Jakarta, melainkan terus merengsek ke selatan Jawa Barat dengan tujuan Bandung. Tentara Jepang bergerak cepat seperti sekutunya di Eropa, Jerman, yang menerapkan Perang Kilat (Blitzkrieg).

 

Jepang setidaknya mengerahkan Divisi ke-2 dan Divisi ke-48 ditambah dua batalyon dari Divisi ke-38 dalam menduduki Jawa. Semua bagian dari operasi Tentara ke-16 Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia, ±1942-1998  menyebut, dua batalyon dari Divisi 38 itu dipimpin oleh Kolonel Shoji Toshishige (1890-1974).

 

Pasukan Kolonel Shoji bergerak sangat cepat. Pada hari pertama pendaratan saja, 1 Maret 1942, pasukannya berhasil merebut Kota Subang dan Lapangan Udara Kalijati. Selain sebagai fasilitas penerbangan terbaik di Jawa kala itu, Kalijati amat dibutuhkan Jepang.

 

“Pihak militer Jepang sangat membutuhkan Pangkalan Udara Kalijati untuk mendukung angkatan daratnya. Mereka tidakmungkin hanya mengandalkan dukungan udara dari pangkalan udara di Sumatera atau Kalimantan yang jaraknya cukup jauh,” tulis Dede Nasrudin dan Wawan Joehanda dalam Palagan Maguwo dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia 1945-1949.

 

Dari Kalijati, pasukan Shoji lalu menuju Bandung sebagai jantung pertahanan Hindia Belanda. Jaraknya sekitar 40 km. Penghalang tentara Jepang hanyalah pasukan tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL) dan pasukan kecil AU Inggris RAF.

 

“Di Kalijati, pertahanan berada di tangan Inggris di bawah Grup Kapten George Frederick Witsondale dari RAF. Pertahanannya disesuaikan dengan serangan udara, bukan serangan darat, dan senjata terbesarnya ada pada dua baterai anti-pesawat terbang. Selain itu, para penjaga di darat terdiri dari sekitar 350 pasukan Inggris dan awak RAF, dan sekitar 150 infanteri KNIL yang semua hanya bersenjatakan senapan dan senapan mesin,” tulis Bill Yenne dalam Imperial Japanese Army: The Invicible Years 1941-1942.

 

Kolonel Shoji, disebut Marc Lohnstein dalam The Netherlands East Indies Campaign 1941–42 Japan's Quest for Oil, adalah komandan Resimen ke-230. Posisinya masih sama dengan tahun 1941 ketika dia terlibat dalam penaklukan Hongkong. Panglima Tentara ke-16 Letnan Jenderal Hitoshi Imamura mempercayakan Shoji untuk memimpin pasukan yang lebih kecil dari resimen pada umumnya dalam rangka sebuah operasi sekunder di Jawa Barat. Dikuasainya Subang dan Kalijati tanda bahwa tugas Shoji terlaksana.

 

Setelah mendapat izin dari Imamura –yang sedang berada di sekitar Serang, Banten– untuk bergerak lebih maju lagi, pasukan Shoji bergerak ke arah Bandung. Rutenya via Ciater.

 

“Untuk mencapai kota itu, maka jalan Ciater harus terlebih dahulu dikuasai. Guna mencapai tujuan itu, maka untuk sementara Batalyon Wakamatsu ditarik dari Kalijati,” catat Djajusman dalam Hancurnya Angkatan Perang Hindia Belanda (KNIL).

 

Pasukan Shoji akhirnya mencapai Ciater. Pada 5 Maret 1942, pertempuran pecah di sana. Setelah sengit bertempur melawan pasukan KNIL yang melawan dengan keras, pasukan Shoji menang.

 

Puluhan tentara KNIL pun jadi tawanan perang di Ciater. Koran Het Virije Pers tanggal 27 Januari 1949 dan De Locomotief tanggal 28 Januari 1949 menyebut, 72 orang dari Batalyon ke-5 diikat lalu ditembaki. Ada pula yang dibunuh dengan bayonet dan pedang. Hanya beberapa prajurit yang selamat dari pembantaian itu. Aksi tersebut menambah catatan hitam pasukan Jepang sebelumnya. Setelah Subang direbut, 20 pasien Rumah Sakit Subang, yang kebanyakan warga Inggris dan Australia, dibunuhi para personel Jepang.

 

Shoji tak dituntut ke meja hijau atau penghilangan paksa nyawa 72 serdadu Belanda itu. Di mata atasannya seperti Letnan Jenderal Imamura, Shoji justru dianggap gemilang dalam upaya perebutan Bandung. Tempat yang direbut pasukan Shoji pun amat bersejarah, sebab di sanalah pemerintah dan tentara Hindai Belanda menyerah tanpa syarat kepada tentara Jepang pada 8 Maret 1942. Kariernya terus naik selama pendudukan, di mana dia akhirnya mencapai mayor jenderal.

 

Namun, itu terjadi di saat Jepang berkuasa. Setelah pendudukan Jepang atas Jawa berakhir pada 14 Agustus 1945, penyelidikan kejahatan perang dilakukan oleh pihak Belanda. Mayor Jenderal Shoji divonis sebagai salah satu penjahat perang. Shoji dianggap bertanggungjawab atas kejahatan perang di Ciater. Shoji pun dituntut hukuman mati oleh oditur J. Diephuis dalam Pengadilan Militer Sementara di Batavia yang dipimpin Hakim-Ketua Mayor L.F. de Groot.

 

Shoji beruntung. Eksekusi hukuman mati untuknya tak pernah terjadi. Dia hanya dihukum 10 tahun penjara saja.

 

 

 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
bg-gray.jpg
This is a story of a watch repairman who contributed to Christianization in Surabaya, Indonesia. He wanted Javanese Christians to be like the Dutch.
bg-gray.jpg
Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
Orang-orang Tionghoa di Tangerang menjadi sasaran amuk massa di masa revolusi. Seorang ahli bela diri diselamatkan karena dikenal dermawan.
Orang-orang Tionghoa di Tangerang menjadi sasaran amuk massa di masa revolusi. Seorang ahli bela diri diselamatkan karena dikenal dermawan.
Diplomat perempuan pertama di Indonesia. Menurut Presiden Sukarno, ia tak hanya mewakili negara tetapi juga seluruh perempuan Indonesia.
Diplomat perempuan pertama di Indonesia. Menurut Presiden Sukarno, ia tak hanya mewakili negara tetapi juga seluruh perempuan Indonesia.
Sebuah surat kabar memberitakan seseorang mirip Hitler memesan sosis yang memicu rumor bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Sebuah surat kabar memberitakan seseorang mirip Hitler memesan sosis yang memicu rumor bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Dari Tokyo Rose hingga Hanoi Hannah, semua melancarkan propaganda via radio. Kini akun-akun media sosial Kedutaan Iran ikut nge-troll militer AS.
Dari Tokyo Rose hingga Hanoi Hannah, semua melancarkan propaganda via radio. Kini akun-akun media sosial Kedutaan Iran ikut nge-troll militer AS.
Keluarga keturunan Italia ini keluarga tentara. Ada yang harum namanya, ada pula yang suram.
Keluarga keturunan Italia ini keluarga tentara. Ada yang harum namanya, ada pula yang suram.
transparant.png
bottom of page