- 15 Apr
- 3 menit membaca
ERETAN Wetan di bagian barat Kabupaten Indramayu menjadi daerah pendaratan penting pasukan Jepang sewaktu Perang Pasifik. Setelah mendarat, mereka tidak bergerak ke arah barat menuju Jakarta, melainkan terus merengsek ke selatan Jawa Barat dengan tujuan Bandung. Tentara Jepang bergerak cepat seperti sekutunya di Eropa, Jerman, yang menerapkan Perang Kilat (Blitzkrieg).
Jepang setidaknya mengerahkan Divisi ke-2 dan Divisi ke-48 ditambah dua batalyon dari Divisi ke-38 dalam menduduki Jawa. Semua bagian dari operasi Tentara ke-16 Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia, ±1942-1998 menyebut, dua batalyon dari Divisi 38 itu dipimpin oleh Kolonel Shoji Toshishige (1890-1974).
Pasukan Kolonel Shoji bergerak sangat cepat. Pada hari pertama pendaratan saja, 1 Maret 1942, pasukannya berhasil merebut Kota Subang dan Lapangan Udara Kalijati. Selain sebagai fasilitas penerbangan terbaik di Jawa kala itu, Kalijati amat dibutuhkan Jepang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















