top of page

Kegagalan Sekutu dalam Pengadilan Tokyo

Mengapa Sekutu tidak menuntut kasus ianfu di negara-negara Asia selama Perang Dunia II dalam pengadilan militer kejahatan perang Jepang?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jepang menyerah kepada Sekutu. (Repro Foreign Correspondents in Japan).

  • 3 Jul 2023
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

PADA 6 dan 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nakasaki. Tak lama, Sekutu menduduki Jepang dan dokumen penyerahan Jepang ditandatangani di atas kapal tempur Amerika Serikat, USS Missouri.


Untuk menghukum penjahat perang Jepang, Sekutu menggelar Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh di Tokyo –lebih dikenal sebagai Pengadilan Perang Tokyo atau Pengadilan Tokyo– pada 29 April 1946 hingga 12 November 1948. 


Sebanyak 28 pemimpin militer dan politik Jepang dituntut melakukan kejahatan kelas A (kejahatan terhadap perdamaian) dan lebih dari 300.000 orang Jepang dituntut atas kejahatan kelas B dan kelas C –masing-masing untuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page