top of page

A Military Tribunal for Dutch Comfort Women

The court martial held in Jakarta was only intended for the Dutch women forced into sexual servitude by the Japanese army.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Japanese officer Sonei Kenitji tried in the Dutch court martial in Batavia. (Nationaal Archief).

24 Jul 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 29 Apr

AFTER the defeat of Japan, in early January 1946, Lt. General Sir Philip Christison, the Allied commander, decided to organize military tribunals against Japanese war criminals. "The military court to be established is a Dutch court, because the Netherlands is the sovereign state in Indonesia. Therefore it is not valid to establish a British military court," Soeloeh Merdeka newspaper wrote on January 4, 1946.


To carry out the plan, at a meeting in Singapore, the Dutch and British made an agreement which stipulated that very important matters would be examined by the British court. The rest, depending on the case; if it was about British interests, the British court would examine it, and if it was related to the interests of the Dutch, the Dutch court would examine it.


"If the English court will examine a case that concerns the interests of both parties, namely England-Dutch, then two Dutch delegates will be seated on the English court panel and vice versa," Penjoeloeh newspaper wrote on January 10, 1946.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Peringatan Presiden Soeharto akan menggebuk politisi sampai jenderal tercetus dari atas pesawat. Bikin geger begitu mendarat.
Peringatan Presiden Soeharto akan menggebuk politisi sampai jenderal tercetus dari atas pesawat. Bikin geger begitu mendarat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
transparant.png
bottom of page