top of page

Menu Sederhana Presiden Pertama

Kalau sudah ketemu makanan favoritnya, revolusi Indonesia pun seolah kalah menarik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Muslih bin Risan, mantan pelayan pribadi Presiden Sukarno. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

6 Jun 2018
2 menit membaca

Diperbarui: 7 Apr

MUSLIH bin Risan hafal salah satu santapan favorit Presiden Sukarno. Apalagi kalau bukan sambal pecel. Ia hampir selalu ada di meja makan keluarga sang presiden. “Kalau enggak ada, pasti Bapak menanyakan,” ujar Muslih (70), bekas pelayan pribadi keluarga Sukarno, kepada Historia.


Sambal pecel selalu menemani santap siang Sukarno, biasanya disajikan bersama lele plus lalapan daun singkong dan pepaya. Sukarno akan mencomot langsung dari cobekan dan menyantapnya dengan tangan zonder sendok dan garpu.


“Kalau lagi makan pecel lele, Bapak seperti ‘tidak ingat sekitarnya’,” kata Muslih sambil terkekeh.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

 
 
 
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page