top of page

Hal Ihwal Alhilaal

Sebuah klub sepakbola yang kuat lahir dari komunitas Arab di Pekalongan. Diperhitungkan dalam kancah sepakbola di pantai utara Jawa dan bahkan pernah merengkuh juara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Klub sepakbola Alhilaal Pekalongan. (Repro 40 Jaar Voetbal Nederlandsch Indie 1894-1934).

22 Apr
11 menit membaca

KAMIS sore, 19 September 1929, Alun-alun kota Pekalongan, Jawa Tengah, berubah menjadi lautan manusia. Penonton berjejal di pinggir lapangan. Hadir Residen Gerardus Diederik Paul Antoine Renardel de Lavalette dan Bupati R.M. Ario Soerjo. Mereka menanti dengan antusias pertandingan “kelas dunia” antara Alhilaal dan Calcutta Wanderers dari India. Setelah bupati melakukan kick off, pertandingan pun dimulai.


Sejak menit pertama, Alhilaal terus menekan. Lini depan yang dimotori Maliki, Agil, Ali, dan Abdullah bergerak cepat, memaksa barisan belakang lawan bekerja keras menahan gelombang serangan. Menit ke 15, sebuah tembakan brilian dari kaki Ali meluncur ke sudut kiri atas gawang. Soraksorai penonton meledak.


Calcutta Wanderers merespon dengan serangan sporadis. Namun gagal melewati pertahanan Alhilaal yang dikawal Achmad dan Saleh. Babak pertama sepenuhnya berada dalam genggaman tuan rumah. Menjelang turun minum, Alhilaal mendapatkan tendangan sudut. Bola melayang di kotak pinalti dan berhasil ditanduk Ali ke gawang lawan. 2-0.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page